Kebaikan dan Kejahatan Rupa Sisi Manusia yang Beda Tipis

Kebaikan dan Kejahatan Rupa Sisi Manusia yang Beda Tipis

Di mana-mana topik kebaikan dan kejahatan itu selalu bikin rame. Dari film superhero sampai drama Korea, dari kisah klasik sampai meme di Instagram, pasti ada aja yang nyentil tentang hal ini. Tapi, pernah nggak sih kepikiran sebenarnya apa bedanya kebaikan dan kejahatan itu? Di sini, saya bakal coba bongkar topiknya dengan contoh-contoh yang relatable.

Kebaikan: Saat Kamu Jadi Malaikat di Dunia Nyata

Kebaikan itu identik banget sama hal-hal positif, kayak berbagi, kasih sayang, sama empati. Jadi, kalau kamu lagi ngeliat ada orang bagi-bagi makanan gratis di jalan atau volunteer di panti asuhan, itu jelas kebaikan. Ini kayak pas lagi jalan dan ada orang yang bantuin ibu-ibu bawa belanjaan berat. Kamu bakal ngeliat senyuman manis dari si ibu (bukan tante-tante lagi sange ya) dan mungkin orang yang bantuin juga merasa hatinya senang (kalo ikhlas).

Ada juga kebaikan yang bikin heboh, kayak aksi “Pay It Forward” di kafe. Kamu mungkin pernah dengar cerita di mana seseorang bayar kopi orang di belakangnya, dan itu nular sampai jadi berantai. Akhirnya, semua orang jadi ikut-ikutan baik. Gila, kan? Kayak kebaikan tuh bisa jadi transgender….ehhh.. maksudnya trendsetter!

Kejahatan: Aksi Usil yang Bikin Dunia Jadi Nggak Asyik

Nah, kalau kejahatan itu kebalikannya. Identik sama hal-hal yang bikin kesal, kayak pencurian, penipuan, dan tindakan yang nyakitin orang lain. Misalnya, kamu lagi enak-enaknya nongkrong di kafe, terus tiba-tiba ada yang nyolong laptop kamu. Itu jelas kejahatan, bikin mood hancur, dan kamu jadi pengen balik pulang atau bahkan ingin tampol itu pencuri (kalo bisa dikarungin tuh).

Tapi, nggak semua kejahatan itu terang-terangan. Ada yang diam-diam tapi merusak, kayak bullying. Di sekolah atau tempat kerja, kadang ada orang yang suka ngejekin atau ngeledek orang lain. Walaupun nggak ada kontak fisik, tapi dampaknya bisa bikin mental orang jatuh. Ini serius, lho! Bikin suasana jadi nggak nyaman, kayak lagi asik cebok sehabis boker kemudian di intipin sama kakek legend.

Garis Tipis antara Kebaikan dan Kejahatan

Uniknya, kadang kebaikan dan kejahatan tuh tipis banget bedanya. Kayak cerita Robin Hood, yang nyolong dari orang kaya buat bantu orang miskin. Tindakan nyolong sih kejahatan, tapi tujuannya buat kebaikan. Jadi, kayaknya bisa dibilang itu ambigue, tergantung dari sudut pandang mana kamu ngelihatnya.

Ada juga yang awalnya kelihatan baik, tapi ujung-ujungnya jadi kejahatan. Misalnya, ada orang yang kasih bantuan finansial ke seseorang, tapi kemudian pake itu buat ngontrol hidup orang tersebut. Awalnya sih baik, tapi jadi toxic juga lama-lama.

Kebaikan dan kejahatan tuh kayak dua sisi mata uang, sama-sama bikin hidup kita penuh drama. Kadang jadi hero terkadang merasa kayak villain. Tapi sebagai manusia kita harusnya lebih condong ke arah kebaikan, karena itu yang bikin dunia jadi tempat yang asyik buat ditinggalin.

Jadi mari kita pilih kebaikan dari pada kejahatan, biar dunia ini nggak jadi kayak scene gelap di film horor! (bukan film remang-remang ya) Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik, segera lakukan. Siapa tahu kamu bisa bikin orang lain juga ikut-ikutan baik. Dunia ini udah banyak drama, jadi nggak perlu lagi ditambahin dengan kejahatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *